12/26/2007

SMS dari Teman

Pagi ini saya mendapat sms dari teman. Dia bilang begini," kasihan negeriku ini sudah mulai dipenuhi oleh pemuda yang tidak lagi mampu menghargai dirinya sendiri. Bagaimana pendapat anda tentang pemuda negeri ini?". Terus terang saya tidak mengerti kalimatnya ....tidak lagi mampu menghargai dirinya sendiri. Karenanya saya belum menjawab sms tersebut. Tetapi kalimat pertanyaannya bagaimana pendapat anda tentang pemuda negeri ini, mungkin saya bisa berikan komentar sekedarnya.


Begini, pada sekitar bulan oktober-november 2007 lalu ramai diberitakan tentang wacana kepemimpinan pemuda. Hal ini dipicu dari peringatan 79 tahun sumpah pemuda. Memang pada peringatan tersebut mengambil tema, "saatnya kaum muda memimpin". Seterusnya ada pernyataan Ikrar Kaum Muda Indonesia. Penggalan pernyataan itu demikian,


"Reformasi politik 1998 yang mengganti kediktatoran Soeharto sempat memberi janji bahwa perubahan akan segera datang. Presiden demi presiden berganti, kabinet dibongkar-pasang namun keadaan tidak beranjak membaik. Justru krisis semakin membelit: kemiskinan dan pengangguran merajalela, komunalisme bangkit, kebencian etnik dan agama dikobarkan, di pusat dan daerah orang memperebutkan lembaga negara dan menjadikannya sumber akumulasi kekayaan. Korupsi memporak-poranda tatanan politik, tidak ada lagi adab dan nilai. Indonesia terancam hilang dari pergaulan dunia.


Dalam keadaan ini kaum muda kembali terpanggil untuk bangkit. Republik ini berdiri untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Inilah arah dan jalan keluar dari krisis kita sekarang. Dan menjadi tugas sejarah kaum muda untuk mewujudkannya.


Di dunia kini bergema slogan kekuasaan lama: sejarah sudah berakhir. Kaum muda Indonesia menolak jalan buntu ini. Zaman ini bukan akhir dari sejarah, tapi awal dari sejarah baru. Saatnya kaum muda dengan visi pembaruan berhimpun dalam pergerakan menghapus penjajahan dan menegakkan negara kesejahteraan.

Saatnya kaum muda memimpin! "


Membaca bagian pernyataan itu sesungguhnya menyiratkan kegelisahan yang mendalam dari kaum muda. Betapa tidak setelah rezim berganti-ganti ternyata harapan para pemuda untuk menikmati hasil perjuangan reformasi 1998 dengan kondisi lebih baik belum tercapai. Kekuasaan yang diberikan pada pemimpin orang tua tidak memberikan perubahan yang signifikan pada bangsa ini. Kesejahteraan rakyat belum beranjak jauh dan kepastian tentang masa depan yang lebih baik pada berada pada level yang minim.


Saat ini jika dipandang dari sudut kemudaan biologis maka pemimpin generasi muda itu sesungguhnya sangat banyak tersebar pada berbagai level eksekutif dan legislatif,terkecuali Presiden yang memang sudah tidak termasuk muda lagi. Lantas,kenapa para pemimpin bangsa yang dikatakan para pemuda itu tidak berhasil menjalankan amanat yang dipercayakan rakyat padanya?


Jawabanya sangat luas. Tetapi ada jawaban alternatif yang bisa diberikan. Mungkin kita, rakyat Indonesia, kaum muda, salah alamat dalam pemberiaan mandat tersebut. Seharusnya kita sebagai orang muda juga harus memberikan kepada kaum muda juga. Muda disini harusnya tidak dipandang dari aspek biologis saja yang berkenaan dengan umur dan gejala fisik lainnya. Muda harus dipandang juga dari segi visi, komitmen, moral. Jika pemuda pada saatnya nanti memegang tampuk kepemimpinan maka yang diperlukan adalah mempemuda juga visi, komitmen dan moralnya. Harus ditinggalkan prilaku para pemimpin tua yang korup, abai terhadap rakyat, tidak bersemanagat pembaharuan dan seterusnya.


Melihat "ambisi" kaum muda untuk memimpin maka kita boleh optimis bahwa masa depan bangsa akan lebih baik. Artinya kaum muda masih peduli pada negerinya yang sedang dalam keperpurukan. Kesempatan untuk jadi pemimpin sesungguhnya sudah terbuka lebar melalui jalur kepartaian dan Independen. Bersama kita mengingat bahwa kita, kaum muda, harus berjuang, tidak menunggu kebaikan hati para pemimpin tua dan menjaga agar visi, misi agar tetap muda.Wallahu A'lam.

1 komentar:

Anonymous

klo diliat dr sejarah, sejak zaman nabi-2 dst,, yg byk bperan melakukan prubahan emang byk dr kalangan pemuda. di sana (pd pemuda) emang tsimpan byk potensi, kekuatan, .. tinggal diolah & dikemas dg kearifan.
Allahu a'lam

  © Blogger template 'Perhentian' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP